![]() |
| Sumber : Penulis Alat Pembuatan : Adobe Photshop CS 6 |
Dilansir dari website kominfo.go.id , Indonesia pada saat ini adalah salah negara dengan jumlah pengguna media sosial terbanyak saat ini dengan jumlah 63 juta orang. Hampir setiap harinya menggunakan media sosial, jumlah tersebut akan semakin meningkat seiring kepemilikan Smartphone yang sudah dimiliki oleh berbagai lapisan masyarakat, bahkan tidak hanya golongan remaja saja yang menggunakan media sosial akan tetapi sudah merambah ke anak-anak bahkan orang tua. Fakta perkembangan penggunaan media sosial itu benar adanya, berikut statistik yang bersumber dari website katadata.co.id yang diperoleh dari DATABOKS.CO.ID menurut Wearesosial :
| Sumber Grafik : Dari Website katadata.co.id yang diambil dari DATABOOKS.CO.ID menurut pihak Wearesosial Keterangan Warna : Bar Pertama (Hijau) : Populasi Penduduk Di Indonesia. Bar Kedua (Biru) Pengguna Telepon. Bar Ketiga (Kuning) Pengguna Internet. Bar Keempat (Hijau Kegelapan) Pengguna Aktif Media Sosial. Bar Biru (Kelima) Pengguna Media Sosial Di Mobile |
Dari data tersebut kita bisa menyimpulkan pada saat ini hampir seluruh Masyarakat Indonesia sudah tersentuh oleh yang namanya media sosial, jadi tidak ada lagi istilah seumur hidup tidak pernah buka media sosial. Dan sebenarnya media sosial itu sendiri memiliki dampak positif dan dampak negatif?
Dampak positif dari bermedia sosial itu memiliki banyak manfaat dan bisa juga mendapatkan aneka informasi yang belum banyak diketahui oleh orang banyak, dan informasi itu bisa dishare kepada pengguna lain. Mengshare informasi apapun kepada pengguna lain, kita harus mengetahui informasi itu benar. Dan informasi tersebut seharusnya memberikan dampak positif.
Para pengguna media sosial pun harus cerdas dalam memilih dan menyaring informasi yang ada di media sosial., dimulai dari sumbernya, fakta atau bukti yang kuat bahwa berita itu benar-benar valid. Pasti kita tau dimana para pengguna juga bisa menjadi seorang Content Creator yang terkadang bisa menghasilkan uang. Misalnya, untuk konten blog, konten jejaring sosial berbasis video seperti Platform YouTube. Semua keuntungan media sosial itu ada, akan tetapi sisi buruk dari media sosial itu pasti juga ada.
Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat mengurangi waktu produktif. Waktu dan jumlah pengguna media sosial pun juga sama banyaknya, tidak menutup kemungkinan media sosial disalahgunakan untuk tempat adu domba atau penyebaran Hoax, karena media sosial dapat menjadi sasaran empuk bagi mereka yang ingin menebar Hoax ataupun ujaran kebencian. Oleh karena itu kita jangan sampai mudah terprovokasi oleh ujaran kebencian yang ada di media sosial. Selain itu, terlalu benyak menyimpan data pribadi di media sosial memicu tindakan kriminalitas. Kalangan masyarakat yang biasanya mudah menerima informasi Hoax adalah para orang tua, dilansir dari CNN Indonesia para guru juga terprovokasi dalam menyebar Hoax tidak hanya di media sosial, akan tetapi di lingkungan sekolah. Hal Ini sangat memprihatinkan akan berdampak kepada para siswa/i yang berpartisipasi dalam menyebar Hoax tanpa sumber yang Valid.
Media sosial begitu kompleks, karena setiap akun itulah yang menampilkan sifat atau jiwa personal dari pemilik akun itu sendiri, walau dengan adanya Fake Account ataupun akun palsu pun yang hanya menyebar Hoax dan kebencian yang biasanya beraksi di Comment Post di Instagram. Dan ujaran kebencian itu tidak hanya melalui Berita Hoax, dari memamerkan harta kita kepada orang lain seperti post di Instagram, Facebook. Post tersebut tidak bukanlah hal sepele, karena bisa menimbulkan kesenjangan sosial. Kita bisa melihat juga di media sosial banyak video yang mengandung penggiringan opini seperti kasus HAM, kasus Politik, dan kasus-kasus lainnya. Kita juga sering menggunakan media sosial untuk mencari kebutuhan kita seperti gadget dan kebutuhan lainnya. Akan tetapi di media sosial terkadang menjual hal-hal ilegal.
Kaum muda maupun kaum tua menggunakan media sosiall, bermanfaatkah media sosial itu? semua itu tergantung bagaimana para pengguna media sosial itu memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semua orang memiliki cara sendiri untuk menggunakan media sosialm temtu hal ini bisa menimbulkan penyalahgunaan media sosial.
Tentu kondisi ini menimbulkan dua sisi pengguna media sosial, disatu sisi pengguna media sosial yang benar dan disatu sisi pengguna media sosial yang tidak benar. Berikut tips menjadi pengguna media sosial yang bijak :
- Pastikan keamanan Akun Anda
2. Jadikan Media Sosial Sebagai Tempat Mencari Informasi Dan uang
Nah, ini biasanya pelajar seperti saya yang ingin mencari sedikit rezeki untuk keperluan jajan, tips ini sebenarnya bisa untuk siapa saja. Untuk pelajar sendiri bisa mencari informasi seputar pembelajaran di sekolahnya. Untuk para guru informasi tambahan yang tidak hanya dari tokoh-tokoh yang hanya di buku sejarah, akan tetapi tokoh-tokoh yang berpengaruh di media sosial pun bisa. Untuk para Ibu Rumahtangga yang biasanya menjual produk rumahannya dapat dipromosikan di media sosial.
Nah, ini biasanya pelajar seperti saya yang ingin mencari sedikit rezeki untuk keperluan jajan, tips ini sebenarnya bisa untuk siapa saja. Untuk pelajar sendiri bisa mencari informasi seputar pembelajaran di sekolahnya. Untuk para guru informasi tambahan yang tidak hanya dari tokoh-tokoh yang hanya di buku sejarah, akan tetapi tokoh-tokoh yang berpengaruh di media sosial pun bisa. Untuk para Ibu Rumahtangga yang biasanya menjual produk rumahannya dapat dipromosikan di media sosial.
3. Berinteraksi Di Media Sosial Dan Di Kehidupan Sehari-hari
Perteman di dunia maya sangat terbuka, semua orang dapat mengakses jejaring media sosial yang mengakibatkan kurangnya berinteraksi secara langsung, bahkan faktanya berada disatu tempat pun mereka berkomunikasi dengan perantara media sosial. Yang saya takuti mental dalam berbicara secara langsung itu berkurang dikarenakan perantara media sosial, oleh sebab itu kurangilah berinteraksi melalui media sosial secara berlebihan
4. Berpikir Sebelum Memposting Atau Membuat Konten
Semua postingan itu menyangkut terhadap UU ITE. Setiap postingan atau konten yang kita buat itu seharusnya tidak merugikan salah satu pihak manapun, karena setiap informasi yang ada di media sosial harus memberikan manfaat atau dampak positif bukan malah sebaliknya yang menimbulkan kebencian ataupun Hoax.
Semua postingan itu menyangkut terhadap UU ITE. Setiap postingan atau konten yang kita buat itu seharusnya tidak merugikan salah satu pihak manapun, karena setiap informasi yang ada di media sosial harus memberikan manfaat atau dampak positif bukan malah sebaliknya yang menimbulkan kebencian ataupun Hoax.
5. Selektif Dalam Berteman Di Media Sosial
Kita tau bahwa hubungan di media sosial itu mempunyai tujuan. Misalnya urusan bisnis, bertukar informasi, atau cuma liat idola yang gak bakal pernah bertemu. Dan bertemenan itu juga harus punya timbal balik yang seimbang diantara pengguna di media sosial, jadi gunakanlah media sosial itu sebagai ajang pertemanan dalam membangun hidup yang lebih baik.
Kita tau bahwa hubungan di media sosial itu mempunyai tujuan. Misalnya urusan bisnis, bertukar informasi, atau cuma liat idola yang gak bakal pernah bertemu. Dan bertemenan itu juga harus punya timbal balik yang seimbang diantara pengguna di media sosial, jadi gunakanlah media sosial itu sebagai ajang pertemanan dalam membangun hidup yang lebih baik.
6. Memberikan Komentar Positif
Kita tahu bahwa ujaran kebencian di media sosial itu sangat banyak misalnya, CyberBullying yang marak di kalangan para remaja dan kalangan tua., masalahnya hanya politik atau pertemanan saja. Lebih baik kurangilah perdebatan yang tidak penting di media sosial. Banyak juga Content Creator di media sosial yang menampilkan mahakaryanya di media sosial, seharusnya kita sebagai netizen atau pengguna media sosial memberikan komentar positif dan saran untuk Content Creator tersebut. Jadi jangan hanya menghujat mahakaryanya saja tanpa sedikit mengapresiasinya.
7. Data pribadi,
milik pribadi juga
Jika orang terdekat kita meminta akun password kita, jangan berikan. Karena banyaknya data pribadi kita yang ada di media sosial bisa dijadikan alat penyalahgunaan dalam tindakan kriminalitas.
Jika orang terdekat kita meminta akun password kita, jangan berikan. Karena banyaknya data pribadi kita yang ada di media sosial bisa dijadikan alat penyalahgunaan dalam tindakan kriminalitas.
8. Jangan lupa membagi
waktu
Hidup tidak hanya untuk media sosial saja, di dunia nyata pun kita harus bersosial juga terhadap orang disekitar kita. Semua orang memang hampir tidak bisa hidup tanpa media sosial, maka dari itu kita yang mengatur waktu untuk berselancar di media sosial bukan kita yang diatur.
Hidup tidak hanya untuk media sosial saja, di dunia nyata pun kita harus bersosial juga terhadap orang disekitar kita. Semua orang memang hampir tidak bisa hidup tanpa media sosial, maka dari itu kita yang mengatur waktu untuk berselancar di media sosial bukan kita yang diatur.
9. Mengecek kebenaran informasi yang kita dapat
Maraknya berita Hoax dan ujaran kebencian di media sosial ini menimbulkan banyak dampak negatif pada semua kalangan masyarakat Indonesia, setiap permasalahan pasti ada solusinya. Berita yang kita peroleh dapat dicari tahu kebanarannya dengan gambar menggunakan Google Image.
Maraknya berita Hoax dan ujaran kebencian di media sosial ini menimbulkan banyak dampak negatif pada semua kalangan masyarakat Indonesia, setiap permasalahan pasti ada solusinya. Berita yang kita peroleh dapat dicari tahu kebanarannya dengan gambar menggunakan Google Image.
10. Pahami
Platform jejaring sosial yang kita pakai
Setiap platform memiliki fitur yang berbeda , User Interface yang berbeda, pertemanan yang berbeda, hingga penggunaan data seluler yang berbeda. Facebook dengan Instagram serupa tetapi tak sama. Yang membedakannya hanyalah para pengguna menggunakan platform itu untuk apa misalnya, Facebook lebih banyak digunakan untuk update status, sedangkan instagram lebih sering memposting di Insta Story.
Setiap platform memiliki fitur yang berbeda , User Interface yang berbeda, pertemanan yang berbeda, hingga penggunaan data seluler yang berbeda. Facebook dengan Instagram serupa tetapi tak sama. Yang membedakannya hanyalah para pengguna menggunakan platform itu untuk apa misalnya, Facebook lebih banyak digunakan untuk update status, sedangkan instagram lebih sering memposting di Insta Story.
Oke, itu tadi seputar apa media sosial khususnya di Indonesia serta beberapa tips untuk menjadi pengguna jejaring media sosial yang bijak. Semoga tips-tips dari saya bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Sekian artikel saya, semoga bermanfaat untuk para pembaca blog saya.

Komentar
Posting Komentar